Tuliskanpersamaan reaksi termokimia pada senyawa di bawah ini ! a. ∆Hof H2O(l) = -187,8 kJ mol-1 d. ∆H0f H2SO4(l) = -843,99 kJ mol-1 b. ∆H0d H2S(g) = 20,2 kJ mol-1 e. ∆H0f CH3Cl(s) = +74,81 kJ mol-1 c. ∆H0f CaCO3(s) = -207,8 kJ mol-1 2. 3 lengkap dan relevan 2 Perhatikan persamaan termokimia berikut: C3 0 Tidak menjawab Perhatikanpersamaan reaksi termokimia di bawah ini: 1. ½ N 2 (g) + ½ O 2 (g) → NO (g) ΔH = +kJ/mol. 2. NO 2 (g) → ½ N 2 (g) + O 2 (g. 3. CO 2 (g) → C (s) + O 2 (g) ΔH = +kJ/mol. 4. C 2 H 5 OH + 3O 2 → 2CO 2 + 3H 2. 5. Na (s) + ½ Cl 2 (g. Pasangan persamaan reaksi yang merupakan ΔH f o, ΔH d o, dan ΔH c o adalah . Padareaksi pertama dihasilkan 1 mol sulfur dioksida, sedangkan pada reaksi kedua dihasilkan 2 mol sulfur dioksida. Jumlah mol pada kedua reaksi disamakan menjadi 2 mol dengan dikalikan dua. Perbesar Dua persamaan reaksi kimia yang koefisien nya sudah disetarakan, begitu pula salah koefisien tersebut harus dikali dengan perubahan entalpi SO2. Perhatikanrekasi yang terjadi dalam kehidupan sehari hari berikut ini:1. Pelarutan urea2. Es mencair3. Fotosintesis4. Perkaratan5. Perhatikan persamaan termokimia berikut. Reaksi 1. CH 4(g) + 2O 2(g) → CO 2(g) + 2H 2 O (g) Diketahui persamaan termokimia reaksi natrium peroksida dengan air berikut: 2 Na 2 O 2(s) Tinjaupersamaan reaksi berikut: 2Na(s) + 2H 2 O( ) → 2NaOH(aq) + H 2 (g) H = -367,5 kJ. Persamaan ini menyatakan bahwa dua mol natrium bereaksi dengan dua mol air menghasilkan dua mol natrium hidroksida dan satu mol gas hidrogen. Pada reaksi ini dilepaskan kalor sebesar 367,5 kJ. Pada persamaan termokimia harus dilibatkan fasa zat-zat yang Pernyataanyang benar tentang reaksi endoterm, yaitu . A. sistem melepaskan kalor. B. ∆H < 0. C. entalpi produk lebih kecil daripada entalpi reaktan. D. entalpi sistem bertambah. E. entalpi sistem tetap. Soal nomor 4. Persamaan reaksi termokimia berikut yang merupakan reaksi penguraian standar adalah . A. H 2 + ½ O 2 → H 2 O ∆H . Langkah pertama adalah menentukan mol dari gas yang terbentuk. Reaksi penguraian air merupakan kebalikkan dari reaksi 2 menjadi. Koefisien dari gas hidrogen dan uap air sama maka jumlah molnya pun sama yaitu 8 mol, maka dari persamaan reaksi termokimia tersebut kalor yang diperlukan untuk menguraikan setiap 8 mol air adalah Kalor yang diperlukan adalah 4560 kJ, kemudian dibandingkan dengan kalor yang dihasilkan dari reaksi pembekaran etuna adalah 2600kJ/mol untuk menentukan mol dari etuna yang diperlukan. Oleh karena itu, massa etuna yang diperlukan adalah 45,6 g. Jadi, jawaban yang benar adalah B. Fisik dan Analisis Kelas 11 SMATermokimiaPerubahan Entalpi Standar Ho untuk Berbagai ReaksiPerhatikan data persamaan reaksi termokimia di bawah ini. 1 H2g + 1/2 O2g -> H2Og delta H=-kJ mol^-1 2 Cgrafit + O2g -> CO2g delta H=-kJ mol^-1 3 CO2g -> Cgrafit + O2g delta H=+kJ mol^-1 4 C3H8g + 5O2g -> 3CO2g + 4 H2Ol delta H=-kJ mol^-1 5 Hgl + 1/2 O2g -> HgOs delta H=-kJ mol^-1 Pasangan persamaan reaksi total yang merupakan delta Hf delta Hd, dan delta Hc adalah .... Perubahan Entalpi Standar Ho untuk Berbagai ReaksiTermokimiaKimia Fisik dan AnalisisKimiaRekomendasi video solusi lainnya0538Diketahui perubahan entalpi pembentukan standar delra Hf...0222Diketahui suatu reaksi pembakaran metanol, CH3OH sebagai ...0338C2H2 g + 5/2 O2 g -> 2 CO2 g + H2O I delta H1 = -...Teks videoApakah di sini ada soal ada 5 persamaan termokimia pasangan persamaan reaksi total yang merupakan delta hf Delta HD dan Delta HC adalah yang mana untuk mengerjakan soal ini perlu kita ingat perbedaan ketiganya yang pertama delta h0f adalah perubahan entalpi pembentukan standar yaitu perubahan entalpi untuk pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya kondisi standar yang kedua delta H 0, d adalah perubahan entalpi penguraian standar yaitu perubahan entalpi penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya dalam kondisi standar delta H 0, c adalah perubahan entalpi pembakaran standar yaitu perubahan entalpi untuk pembakaran 1 mol senyawa atau unsur dalam kondisi standar Nah sekarang kita lihat satu persatu ketika kita berbicara dalam kondisi standar maka ada tanda di negeri kita tambahkan dalam persamaan termokimia nya kemudian kita ke nomor 1 H2 + setengah O2 menjadi H2O dari unsur penyusunnya menjadi H2O yaitu senyawanya koefisien menyatakan jumlah mol H2O yang terbentuk adalah 1 mol berarti yang pertama ini merupakan perubahan entalpi pembentukan standar kemudian yang kedua C + O2 menjadi CO2 ini bisa ditinjau berdasarkan dua reaksi yang pertama ketika ditambahkan O2 maka merupakan reaksi pembakaran C berarti dapat dinyatakan sebagai perubahan entalpi pembakaran standar yang kedua C + O2 merupakan unsur penyusun dari CO2 yang dibentuk 1 mol maka dapat disebut sebagai pembentukan 1 mol CO2 delta H 0 nya merupakan perubahan entalpi pembentukan standar kemudian yang ketiga CO2 menjadi C + CO2 Ibrani dari senyawa menjadi unsur penyusun maka delta H merupakan perubahan entalpi penguraian standar yang ke 4 C 3 H8 + 5 O2 menjadi 3 CO2 H2O terdapat penambahan O2 berarti ini untuk pembakaran 1 mol C 3 H8 berarti delta H adalah perubahan entalpi pembakaran standar yang kelima kg + O2 menjadi HG HG dan O2 adalah unsur penyusun dari Hago yang terbentuk adalah 1 mol perubahan entalpi adalah perubahan entalpi pembentukan standar jadi dari dapat kita simpulkan yang merupakan Delta h0f bisa nomor 1 Nomor 2. Apa nomor 5 kemudian delta H 0 d adalah nomor 3 berarti yang A B C dan E kurang tepat dan delta H 0 c adalah nomor 4 maka jawaban yang sesuai adalah yang di terima kasih sampai jumpa di Pertanyaan selanjutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul Termokimia – Hei sobat – sobat semuanya! Saat ini akan terangkan makalah materi tentang termokimia Pengertian, Bahan, Sistem, Reaksi serta juga Jenisnya. Sedangkan dimakalah materi kemarin telah sampaikan sebuah materi tentang Kristalisasi. Sekarang sebagai pelengkap dari materi yang akan bahas, silahkan kalian perhatikan uraian pada materi dibawah ini dengan selengkap – lengkapnya. Pengertian TermokimiaBahan Kajian TermokimiaSistem Dan Lingkungan TermokimiaSistem TerbukaSistem tertutupSistem TerisolasiReaksi TermokimiaReaksi EksotermReaksi EndotermJenis Perubahan EntalpiPerubahan Entalpi Pembentukan ΔHf2. Perubahan Entalpi Penguraian ΔHd3. Perubahan Entalpi Pembakaran ΔHc4. Perubahan Entalpi Netralisasi ΔHnPenentuan Entalpi Reaksi1. Penentuan Dengan Kalorimetri2. Penentuan Dengan Data Energi IkatanHukum Terkait Termokimia1. Hukum Laplace2. Hukum Hess Termokimia Termokimia ialah sebuah ilmu kimia yang mempelajari tentang perubahan kalor / panas suatu zat yang disertai adanya suatu reaksi / proses kimia serta fisika. Termokimiia tersebut sangat lengkap mempelajari sebuah hubungan antara energi panas dengan energi kimia. Energi kimia ialah sebuah energi yang memiliki kandungan unsur / senyawa, juga energi kimia yang dikandung dalam suatu zat atau seperti energi potensial zat itu sendiri. Energi potensial kimia yang dikandung dalam suatu zat itu dinamakan panas dalam entalpi serta diperjelas oleh simbol H. Sedangkan perbedaan antara entalpi reaktan dengan entalpi hasil di sebuah reaksi dinamakan perubahan entalpi reaksi, serta memiliki simbol ΔH. Bahan Kajian Termokimia Bahan kajian termokimiia ialah sebuah penerapan hukum dari kekekalan suatu energi serta hukum termodinamika I nama pada bidang kimianya. Hukum kekekalan energi tersebut menjelaskan tentang Energi yang tidak bisa dibuat bahkan juga tidak bisa di bisa berubah – ubah bentuk untuk menjadi energi yang lain. Hukum termodinamika I berisi tentang “Menghitung total jumlah sebuah energi di alam ini secara konstan / tetap” Sistem Dan Lingkungan Termokimia Semuanya menjelaskan tentang suatu yang menjadi inti dari ilmu di pelajaran tentang perubahan energi serta sebuah proses perubahan yang berlangsung lama dinamakan sistem. Untuk beberapa hal yang tidak bisa dirubah dalam proses berlangsungnya serta membatasi suatu sistem yang bisa saja mempengaruhi sistem dinamakan lingkungan. Menurut interaksi nya sendiri bersama lingkungan, sistem itu dapat dijadikan 3 macam, antara lain Sistem Terbuka Sistem terbuka ialah sebuah sistem yang bisa saja terjadi karena adanya perpindahan energi dan juga zat materi diantara lingkungan dan sistem. Perubahan tempat suatu materi disebut dengan reaksi yang bisa pergi dari tempatnya atau wadah reaksi, contohnya saja seperti gas. Sistem tertutup Sebuah sistem yang diantaranya terdapat sistem dan juga lingkungan yang bisa melakukan suatu pergantian energi, namun tidak bergantian materi. Sistem Terisolasi Sebuah sistem yang mungkin saja bisa berubah tempat energi dengan materi yaitu antara sistem dan juga lingkungan. Reaksi Termokimia Reaksi termokimiia ini sendiri telah dibagi menjadi Reaksi Eksoterm Reaksi yang terjadi disaat sedang mengalami proses pelepasan panas / kalor. Reaksi panas dapat dibuktikan dengan diberi tanda negatif. Misal N2g + 3H2g 2NH3g – 26,78Kkal Pergantian dari entalpi pada proses reaksi tersebut dijabarkan dibawah ini P + Q R + x kKalP & Q = zat awalR = zat hasil reaksix = besar panas reaksi Penjelasan hukum kekekalan energi adalah Isi panas P + Q = isi panas R + x kKalH P + Q = H R + x kKalH R – H P + Q = -x kKalΔH = -x kKal Reaksi Endoterm Reaksi yang terjadi disaat berlangsungnya suatu proses peresapan panas / kalor, jadi pergantian entalpi reaksi itu mempunyai nilai positif. Misal 2NH3+N2g+3H2g = 26,78 kKal. Pergantian entalpi pada sebuah reaksi endoterm memiliki rumus seperti dibawah ini R P + Q – x kKalBerlaku H P + Q – H R = x kKalΔH = x kKal Kesimpulan Besarnya sebuah pergantian pada entalpi ΔH sama saja dengan besar dari panasnya reaksi, namun dengan rumus yang berbeda. Jenis Perubahan Entalpi Perubahan Entalpi Pembentukan ΔHf Ialah pergantian entalpi yang membentuk 1mol senyawa yang terjadi akibat beberapa unsur yang disusun oleh keadaan standar. Nilai entalpi dalam bentuk standar ditetapkan dengan menggunakan sebuah tabel data entalpi bentuk standar. Nilai entalpi dalam bentuk standar Memiliki nilai positif, bila sedang menerima nilai negatif, bila melepaskan nilai nol, bila unsur – unsur telah terjadi dengan cara yang alami. Unsur – unsur yang telah terjadi secara alami dibagi 2 yaitu monoatomik dan poliatomik. Contohnya monoatomik Cs, Fes, H+aq, Bas, Cas, Mgs, Nas, Als, Bs, Zns, Ps. Monoatomik ialah sebuah golongan gas mulia juga logam poliatomik O2g- Cl2g-P4s-H2g-Br2l- N2g-I2g- F2g. Poliatomik merupakan jenis halogaen dan gas selain gas mulia. Semua unsur – unsur yang sudah terdapat dialam ini nilai entalpi pembentukannya nol. 2. Perubahan Entalpi Penguraian ΔHd Kemudian ΔH untuk menguraikan 1 mol senyawa menjadi elemen penyusunnya dalam kondisi standar. Nilai entalpi dekomposisi standar berlawanan dengan nilai dari entalpi pembentukan yang standar. Dalam reaksi dekomposisi, reaktan bergerak ke kanan dan produk bergerak ke kiri. CO2G-Cs+O2GΔH = + ΔH menguraikan skala yang standar CO2g 3. Perubahan Entalpi Pembakaran ΔHc Kemudian ΔH berlagsung pada pembakaran sempurna 1 mol suatu senyawa dalam kondisi yang standar. Adapun untuk Nilai entalpi pembakaran yang standar sendiri bisa ditetapkan dengan tabel data entalpi pembakaran yang standar. Ciri utama dari reaksi pembakaran adalah Reaksi langsung oksigen pada suatu dibakar dalam CO2, hidrogen dibakar dalam H2O dan sulfur terbakar dalam SO2 …. CH4g+2 O2g ~CO2g+2 H2O1 ΔH= K kal= Proses pembakaran CH4 g 4. Perubahan Entalpi Netralisasi ΔHn Termasuk reaksi eksotermik. Panas dilepaskan dalam pembentukan 1 mol air dan reaksi asam-basa yang berlansung di suhu mencapai 25 derajat Celcius dengan tekanan 1 atmosfer. NaOHaq~NaC1aq+H2O1 ΔHn = Penentuan Entalpi Reaksi Penentuan ini dilakukan dengan Menggunakan hukum Hess atau hukum data tabel entalpi data energi ikatan. 1. Penentuan Dengan Kalorimetri Kalorimetri ialah merupakan sautu cara yang digunakan untnuk menentukan energi termal dari suatu reaksi dengan kalorimeter. Adapun Kalorimeter sendiri ialah merupakan suatu sistem yang terisolasi, yang sehingga membuat semua energi yang nantinya akan diperlukan atau dibebaskan masih tetap terjaga berada dalam kalorimeter. Jadi Dengan melakukan pengukuran terhadap perubahan suhu yang terjadi, maka membuat kita bisa dengan mudah mendapatkan jumlah energi panas yang ada dari suatu reaksi dengan hanya berdasarkan rumus Ql = Merupakan energi panas kalor dilarutan Jm = Merupakan massa zat kgc = Merupakan suatu kalor jenis zat J/kg°CC = Merupakan kapasitas kalor J/°CΔt = Merupakan simbol adanya perubahan suhu °C Jadi oleh sebab kalorimeter ialah merupakan suatu sistem yang terisolasi, sehingga akhirnya menyebabkan tidak ada lagi energi yang terbuang di lingkungan, yang sehingga akhirnya mengakibatkan energi kalor dan adanya perubahan entalpi ikut berubah menjadi 2. Penentuan Dengan Data Energi Ikatan Kemudian Energi ikatan E ialah merupakan suatu energi yang sangat diperlukan guna memecah 1 mol ikatan kovalen dari suatu senyawa, setiap ikatan membutuhkan energi yang berbeda untuk dipecah. Kemudian Reaksi tersebut akan berlangsung dengan dua tahapan 1 Adanya Pemutusan ikatan Kemudian terjadi sutau Pembentukan ikatan produk. ΔHR =∑ Eikatan putus -∑Eikatan terbentuk Tentukan perubahan entalpi reaksi dari pembakaran CH2 dibawah ini CH2g + 3 /2O2g → CO2g + H2Og ΔH = ?H–C–H+ 3 /2O=O→O=C=O+H–O–H Hukum Terkait Termokimia 1. Hukum Laplace Pertama kali Hukum ini dijelaskan oleh Marquis de Laplace pada tahun 1749-1827, yang bunyinya “Jumlah panas yang dibebaskan pada saat proses pembentukan senyawa berlagsung dari sejumlah unsur atau elemen yang hampir sama dengan jumlah panas yang dibutuhkan untuk memecah senyawa menjadi unsur-unsurnya.” Contohnya H2g + ½ O2g à H2Ol ΔH = -68,3 kkal/molH2Ol à H2g + ½ O2g ΔH = 68,3 kkal/mol 2. Hukum Hess Pertama kali Hukum ini disampaikan oleh German Hess pada 1840, dengan bunyi “Jika perubahan kimia dapat dilakukan dalam sejumlah cara yang berbeda, total jumlah menyeluruh perubahan energi termal ialah konstan, terlepas dari jalur / metode yang diadopsi.” Berdasarkan hukum Hess, dimana keterangan ialah suatu reaksi dapat terjadi dengan melalui tahapan reaksi yang berbeda, namun tahapan atau jalur yang diambil tidak akan memengaruhi entalpi reaksi. Perubahan dalam entalpi reaksi hanya bergantung pada kondisi awal dan akhir sistem. Bukan panggung atau jalur yang diambil. Perubahan entalpi ini juga merupakan jumlah entalpi reaksi dari setiap tahap. Oleh karena itu hukum Hess dapat dimanfaatkan guna menetapkan reaksi reaksi berdasarkan reaksi lain yang diketahui ΔH. Nah itulah yang bisa sampaikan mengenai termokimia, semoga serangkaian pembahasan kali ini bisa membantu dan bermanfaat. KimiaKimia Fisik dan Analisis Kelas 11 SMATermokimiaPerubahan Entalpi Standar Ho untuk Berbagai ReaksiPerhatikan data persamaan reaksi termokimia di bawah ini! 1 Nas+1 / 2 Cl_2g -> NaCls Delta H=-kJ / mol 2 Cs+1 / 2 O_2g -> COg Delta H=-kJ / mol 3 NH_3g -> 1 / 2 N_2g+3 / 2 H_2 Delta H=+kJ / mol 4 SO_2g -> Ss+O_2g Delta H=-kJ / mol 5 C_2 H_5 OHl+3 O_2g -> 2 CO_2g+2 HO_2l Delta H=-kJ / mol Pasangan persamaan reaksi yang merupakan Delta H_f^o, Delta H_d^o , dan Delta H_c^o secara berturut-turut ditunjukkan oleh nomor... a. 1, 2, dan 3 d. 2, 3, dan 4 b. 1, 2, dan 4 e. 3, 4, dan 5 c. 1, 3, dan 5 Perubahan Entalpi Standar Ho untuk Berbagai ReaksiTermokimiaKimia Fisik dan AnalisisKimiaRekomendasi video solusi lainnya0538Diketahui perubahan entalpi pembentukan standar delra Hf...0222Diketahui suatu reaksi pembakaran metanol, CH3OH sebagai ...0338C2H2 g + 5/2 O2 g -> 2 CO2 g + H2O I delta H1 = -... Persamaan termokimia adalah persamaan reaksi kimia yang di dalamnya mengikutsertakan perubahan entalpinya. Nilai $\Delta H$ yang dituliskan pada persamaan reaksi yang mengikutsertakan perubahan entalpinya. Nilai $\Delta H$ yang dituliskan pada persamaan termokimia disesuikan dengan stoikiometri reaksi, artinya jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi sama dengan koefesien reaksinya. Selanjutnya, karena entalpi reaksi juga bergantung pada wujud zat yang terlibat dalam reaksi, maka wujud atau keadaan zat harus dinyatakan, yaitu dengan membubuhkan indeks s untuk zat padat, l untuk zat cair, dan g untuk zat gas. Untuk lebih jelasnya kita perhatikan pembahasan soal –soal di bawah ini! Latihan Soal Soal 1 Pada pembentukan 1 mol air dari gas hidrogen dengan gas oksigen dibebaskan 286 kJ. Tulislah persamaan termokimianya. Jawab Kata “dibebaskan” menyatakan bahwa reaksi tergolong eksoterm. Oleh karena itu , $\Delta H=-286$ kJ untuk setiap mol air yang terbentuk. Dan persamaan termokimianya ditulis sebagai berikut $H_2g+\frac{1}{2}O_{2}g\rightarrow H_2Ol$ $\Delta H=-286$ kJ Atau bisa dituliskan $2H_2g+O_{2}g\rightarrow 2H_2Ol $\Delta H=-572$ kJ Intinya jika koefesien reaksi dikalikan dua, maka harga $\Delta H$ reaksi juga harus dikalikan dua. Soal 2 Untuk menguraikan 1 mol amonia menjadi gas nitrogen dan gas hidrogen diperlukan kalor 46 kJ. Tulislah persamaan termokimianya. Jawab Dalam soal di atas terdapat kata “diperlukan”. Ini menunjukkan bahwa reaksi tersebut adalah reaksi endoterm. Oleh karena itu, $\Delta H=+46$ kJ untuk setiap mol amonia yang diuraikan. Persamaan termokimianya adalah sebagai berikut $NH_{3}g\rightarrow \frac{1}{2}N_2g+1\frac{1}{2}H_2{g}$ $\Delta H=+46$ kJ Atau ditulis $2NH_{3}g\rightarrow N_2g+3H_2{g}$ $\Delta H=+92$ kJ Soal 3 Diketahui persamaan termokimia $2SO_{2}g+O_2g\rightarrow 2SO_3l$ $\Delta H=-198$ kJ perubahan entalpi jika $SO_2$ yang bereaksi 1 mol?. perubahan entalpi jika $SO_3$ yang terbentuk sebanyak 20 gram? Ar S = 32, O = 16. jawab kita perhatikan pertanyaan bagian a. jika $SO_2$ yang bereaksi 1 mol maka koefesien pada reaksi termokimianya kita bagi dua, sehingga persamaaan termokimia menjadi $SO_{2}g+\frac{1}{2}O_2g\rightarrow SO_3l$ $\Delta H=-99$ kJ Karena koefesien reaksi kita bagi dua, maka entalpi kita bagi dua, sehingga hasil dari $\Delta H=-99$ kJ. Bagian b. jika massa $SO_3$ yang terbentuk adalah 20 gram, maka mol $SO_3$ yang terbentuk adalah Mol zat = $\frac{massa}{M_r}$ Mr adalah massa molekul relatif dari molekul ataupun senyawa. Jadi disini kita terlebih dahulu harus mencari Mr dari $SO_3$ Mr $SO_3$=32 + + 48 =60 Mol $SO_3=\frac{20}{60}=\frac{1}{3}$ Artinya koefesien $SO_3$ yang terbentuk adalah $\frac{1}{3}$ kita perhatikan pada persamaan termokimia mula – mula terdapat 2 mol $SO_3$ yang terbentuk. 2 agar menjadi $\frac{1}{3}$ maka kita harus bagi 6. Dalam artian persamaan termokimia tersebut harus kita bagi persamaan termokimianya menjadi $\frac{1}{3}SO_{2}g+\frac{1}{6}O_2g\rightarrow \frac{1}{3}SO_3l$ $\Delta H=-33$ kJ jadi, jika massa $SO_3$ yang terbentuk adalah 20 gram, maka besarnya perubahan entalpi adalah sebesar -33 kJ.

perhatikan persamaan reaksi termokimia di bawah ini