Amatidiagram berikut, yang dikenal sebagai "metode pohon" untuk persilangan dihibrid. Dalam metode ini, rasio genotip dari masing-masing gamet yang berbeda dikalikan dengan gen kedua untuk mendapatkan hasil yang sama, hanya ditampilkan secara vertikal dan bukan dalam kotak. SeePage 1. Perbandingan dengan fenotipe F2 hasil persilangan monohibrid dan dihibrid berdasarkan hukum Mendel adalah 3:1 dan , penelitian lain menghasilkan perbandingan F2 yang berbeda misalnya, 9:3:4, 12:3:1, dan 9:7 (Firmansyah, 2009). Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa hal tersebut disebabkan oleh adanya interaksi antargen. KetikaMendel melanjutkan percobaannya dengan menyilangkan sesama tanaman F1 (BbKk) ternyata dihasilkan perbandingan 16 variasi genotip dan 4 variasi fenotip F2 sebagai berikut: 9 tanaman ercis berbiji bulat warna kuning :3 ercis berbiji bulat warna hijau : 3 ercis berbiji kerut warna kuning : 1 ercis berbiji kerut warna hijau. Berdasarkanpersilangan di atas, kita bisa mengetahui perbandingan fenotip dan genotipnya. Perlu diingat kalau fenotip adalah sifat yang tampak. Jadi, berdasarkan hasil F2 kita bisa tahu kalau perbandingan fenotipnya adalah 3 : 1 (3 sifat merah : 1 sifat putih). Sedangkan, untuk perbandingan genotipnya diperoleh MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1. Jumlahgamet dari genotipe LLHh (rambut lurus - warna hitam) memiliki 2 karakteristik yang berbeda / dihibrid. Jadi n= 2 -> 2n = 22 = 4, yaitu LH, LH, LH dan Lh, meskipun hanya ada dua jenis gamet, LH dan Lh Jumlah gamet dari genotipe BbKkTt (benih bulat kuning tinggi) memiliki 3 karakteristik / trihibrid yang berbeda. Jadi n=3 -> 2n = 23 = 8 Rasiohasil persilangan monohibrid untuk dominan penuh adalah merah : putih = 75% : 25% = 3 : 1. Fenotipe individu F 2 dengan warna merah dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu 2 / 3 memiliki genotipe heterozigot (Mm) dan 1 / 3 homozigot dominan (MM). Fenotipe individu F2 dengan warna putih hanya ada satu yaitu mm (homozigot resesif). . 1. Judul Genetika Mendel 2. Tujuan Menentukan perbandingan genotip dan fenotip dalam persilangan monohibrid dan dihibrid menurut Hukum Mendel. 3. Teori a. Beberapa istilah dalam Genetika Dalam genetika dibicarakan tentang pewarisan sifat dari tetua orang tua ke anak-anaknya. Suatu gen dapat dikatakan sebagai suatu rangkaian nukleotida di dalam kromosom yang mengandung kode informasi untuk produksi suatu protein. Masing-masing gen menempati posisi khusus pada kromosom yang disebut sebagai lokus. Ahli Biologi tertarik terhadap gen-gen tersebut yang mempengaruhi atribut-atribut untuk membentuk suatu organisma. Atribut ini disebut karakter-karakter atau “traits”. Variasi dari suatu gen disebut alel. Alel menempati lokus yang sama pada kromosom homolog serta akan terpisah satu sama lain dalam peristiwa meiosis. Keseluruhan materi genetik yang terdapat dalam suatu organisma/individu disebut genom. Ini termasuk keseluruhan gen dan alelnya serta bagian lain kromosom yang tidak mengkode protein. Seluruh gen yang mencirikan suatu individu disebut sebagai genotip. Interaksi antara genom suatu organisma dengan lingkungan menghasilkan sifat-sifat yang dapat diamati pada organisma tersebut yang dikenal sebagai fenotip. Dalam genetika digunakan simbol-simbol umum antara lain P untuk generasi parental tetua, F1 untuk generasi filial anak pertama dan F2 untuk generasi filial ke-2. Punnett square adalah suatu perangkat untuk menentukan frekuensi harapan bagi semua genotip dan fenotip yang dihasilkan dalam persilangan. Apabila suatu gen dan alelnya pada organisma diploid adalah sama kode-kodenya untuk protein adalah sama, organisma tersebut bersifat homozigot. Jika terdapat gen dan alel yang berbeda maka disebut sebagai heterozigot. b. Gen Resesif dan Dominan Dominansi terjadi apabila suatu gen dari organisma yang heterozigot menutupi ekspresi fenotip dari alelnya. Gen yang menutupi ekspresi fenotip alelnya disebut gen dominan sedangkan gen yang ditutupi ekspresinya disebut gen resesif. Tata cara penulisan notasi gen dominan yaitu dengan huruf kapital dan gen resesif dengan huruf kecil. Contoh peristiwa gen dominan dan resesif yaitu kekurangan deposisi pigmen pada tubuh manusia yang merupakan heredity trait yakni albino. Jika “A” adalah suatu alel gen untuk deposisi pigmen dan “a” adalah alel gen untuk bukan pigmen, alel A bersifat dominan terhadap a atau alela a bersifat resesif terhadap A. c. Pewarisan Suatu Gen Tunggal ‘Monohybrid cross’ Artikel makalah membahas tentang Persilangan Dihibrid kelas 9 dan jawabannya, meliputi dari pengertian, contoh serta jawabannya, supaya mudah di pahami. Apa Persilangan Dihibrid itu,,, Hal ini merupakan cara perumusan yang telah didasari dari sebuah genetika Mendel yang akan menggunakan media untuk menggambarkan persilangan dari berbagai media. Nah untuk lebih mudah lagi langsung saja simak pembahasan di bawah ini Pengertian Persilangan DihibridProses Hasil Persilangan Dihibrid Ciri Ciri Persilangan DihibridMacam Dihibrid Menentukan Jumlah Gamet Share thisRelated posts Pengertian Persilangan Dihibrid Persilangan dihibrid adalah sebuah eksperimen genetik yang di mana fenotipe dua gen akan dilacak dengan adanya perkawinan individu yang membawa banyak alel di lokus. Maka dalam suatu organisme dengan bagian dari dua garis pemuliaan sejati dengan perbedaan “hibrida” sebagai “Dihybrid Crossing” yang berasal dari historis dengan generasi masa. Dengan demikian Persilangan Dihibrid dalam organisme generatif akan membawa dua salinan dari masing-masing gen yang akan memungkinkan dalam membawa dua alel yang berbeda. Adapaun akan merujuk pada organisme yang “benar-benar akan berlipat ganda” supaya dapat menentukan gen secara tertentu dalam membentuk zigot. Baca Juga Persilangan Monohibrid Proses Hasil Persilangan Dihibrid Ketika proses dalam membuat persilangan antara beberapa tanaman kacang bulat kuning dengan tanaman kacang hijau maka akan menemukan anak dari perkawinan pada setiap tanaman yang akan di jadikan eksperimennya. Ketika Mendel akan melanjutkan eksperimennya dengan melintasi tanaman F1 maka akan menemukan hasil nya diantaranya adalah. Hubungan berikut diperoleh 9/16lipatan kuning 3/16 lipatan hijau3/16 lipatan kuning1/16 lipatan hijau Dari hasil persilangan F1 bulat kuning heterozigot / BbKk akan menemukan bentuk dari persilangan nya masing. kacang F2 16 9 bulat kuning3 bundar hijau3 lipatan kuning1 lipatan hijau Baca Juga Hukum Mendel Ciri Ciri Persilangan Dihibrid Pada sebuah persilangan monohibrid yang akan di nyatanakan fokus hanya pada satu fitur dengan persimpangan dari dua individu yang serupa dengan beberapa sifat yang berbeda juga sehingga akan menemukan Mendel dengan menyatakan gen dari berkelompok dan akan di jadikan satu. Dalam pernyataan dapat juga disebut sebagai Hukum Mendel II dengan bermacam-macam independen untuk melakukan percobaan yang melintasi pada setiap mempertimbangan dari karakteristik yang berbeda sehingga akan menemukan jenis tanamannya. Ciri dari rumus persilangan Dihibrid adalah Persilangan dalam hal dua sifat yang berbeda Jumlah gamet yang terbentuk pada masing-masing individu adalah 4 2n. Fenotip individu ditentukan oleh dua karakteristik genetik harimau Maksimal 16 variasi genotip F2 ditemukan Macam Dihibrid Dari ulasan di atas maka di sini juga kami akan memberikan beberapa macam Persilangan Dihibrid diantaranya. Contoh dalam menentukan gamet dengan persilangan adalah. 1. Genotip BbKk denan perubahan nya maka gamet genotip tersebut dapat berupa. Jenis-jenis gamet dapat terbentuk dalam genotipe dengan 2 karakteristik berbeda adalah. Yaitu BK-Bk- bK-bk 2. Genotipe adalah sebagai HHLl gamet yang memiliki datanya. Gametipe yang terbentuk dalam genotipe dengan 2 karakteristik berbeda HHL1 adalah 2 jenis HL dan HL, tetapi jumlah gamet masih 4 22 Yaitu HL-HL-HL-Hl Contohnya adalah sebagai berikut Dengan demikian jenis gamet yang diperoleh untuk genotipe TtMmBB adalah Yaitu TMB-TMB-TmB-Tmb-tMB-tMb-tmB-dan-tmb Baca Juga Interferensi Cahaya Menentukan Jumlah Gamet Jumlah gamet yang diproduksi dalam genotipe dapat ditentukan dengan rumus 2n, n Maka Jumlah sifat yang berbeda adalah. Contoh Jumlah gamet dari genotipe BbKk biji bulat – biji kuning memiliki 2 karakteristik yang berbeda / dihibrid Jadi n=2 –> 2n = 22 = 4, BK-Bk-bK-dan-bk Jumlah gamet dari genotipe LLHh rambut lurus – warna hitam memiliki 2 karakteristik yang berbeda / dihibrid. Jadi n= 2 –> 2n = 22 = 4, yaitu LH, LH, LH dan Lh, meskipun hanya ada dua jenis gamet, LH dan Lh Jumlah gamet dari genotipe BbKkTt benih bulat kuning tinggi memiliki 3 karakteristik / trihibrid yang berbeda. Jadi n=3 –> 2n = 23 = 8 BKT-BKt-BkT-Bkt-bKT-bKt-bkT-dan-bkt Nah demikianlah sobat yang dapat kami bahas mengenai ulasan tentang Persilangan Dihibrid serta penjelasan dan contohnya, semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat unutk kita semua, sekian dan terima kasih Baca Juga Rumus Rubik 3×3 Rasio hasil persilangan dihibrid dan monohibrid menunjukkan seberapa besar peluang sifat yang diwarisi ketrununannya. Perbandingan rasio hasil persilangan bergantung dari genotipe induknya yang terdiri atas dominan dan resesif. Genotipe adalah susunan genetik suatu individu yang tidak dapat diamati. Sedangkan karakter sifat yang dapat diamati seperti bentuk, ukuran, dan warna disebut dengan fenotipe. Bagaimana rasio hasil persilangan dihibrid untuk fenotipe dan genotipe? Apakah sama? Bagaimana rasio hasil persilangan monohibrid? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah. Table of Contents Rasio Hasil Persilangan Monohibrid Dominasi Secara Penuh Kodominan Dominasi Secara Tak Penuh Rasio Hasil Persilangan Dihibrid Persilangan monohibrid adalah persilangan antara dua individu dengan satu sifat berbeda. Dominasi persilangan monohibrid dapat terjadi secara penuh atau tidak penuh kodominan. Contoh persilangan monohibrid secara penuh terdapat pada persilangan antara kacang ercis berbunga merah MM dan putih mm. Sedangkan contoh persilangan monohibrid secara tak penuh kodominan terdapat pada persilangan bunga pukul empat warna merah dan putih. Dominasi Secara Penuh Contoh pada persilangan monohibrid dominan penuh adalah persilangan antara kacang ercis berbunga merah dengan kacang ercis berbunga putih. Genotipe untuk kacang ercis berbunga merah adalah MM, sedangkan genotipe kacang ercis berbunga putih adalah mm. Keturunan dari persilangan monohibrid akan menghasilkan individu F1 yang seragam apabila salah satu induk mempunyai sifat dominan penuh dan induk yang lain bersifat resesif. Pada persilangan kacang ercis dengan sifat genotipe MM dan mm akan menghasilkan individu F1 dengan genotipe Mm. Fenotipe dari persilangan kacang ercis adalah memiliki bunga warna merah. Baca Juga Bagaiman Cara Penurunan Sifat Hemofilia? Jika terjadi persilangan individu sesama F1 maka akan menghasilkan keturunan individu F2 dengan 3 macam genotipe dan 2 macam fenotipe. Tiga macam genotipe hasil persilangan antara lain MM, Mm, dan mm. Perbandingan genotipe untuk F2 adalah MM Mm mm = 25% 50% 25% = 1 2 1. Di sini, genotipe Mm mewakili sifat warna merah dan genotipe mm mewakili warna putih. Sedangkan fenotipe dari keruturunan yang dihasilkan ada 2 macam yaitu warna merah dan putih. Rasio hasil persilangan monohibrid untuk dominan penuh adalah merah putih = 75% 25% = 3 1. Fenotipe individu F2 dengan warna merah dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu 2/3 memiliki genotipe heterozigot Mm dan 1/3 homozigot dominan MM. Fenotipe individu F2 dengan warna putih hanya ada satu yaitu mm homozigot resesif. Persilangan antara kacang ercis berbunga merah dominan dengan kacang ercis berwarna putih resesif dapat dibuat bagan sebagai berikut. Diperoleh hasil persilangan filial F1 pada persilangan monohibrid dengan dominan secara penuh seperti berikut. Perbandingan genotipe F2MM Mm mm = 1 2 1 Perbandingan fenotipe F2Merah Putih = 3 1 Baca Juga Perbedaan Homozigot dan Heterozigot Kodominan Dominasi Secara Tak Penuh Persilangan monohibrid dominan tak penuh terjadi pada persilangan antara bunga pukul empat warna merah dan putih. Pembeda persilangan dominasi secara tak penuh dengan secara penuh terletak pada sifat tampak atau fenotipe pada bunga dengan genotipe heterzigot. Perbandingan genotipe pada persilangan monohibrid kodominan untuk F2 sama dengan persilangan monohibrid dominan secara penuh. Namun pada perbandingan fenotipe yang dihasilkan berbeda. Di mana bunga warna merah dan putih hanya memiliki genotipe homozigot. Sedangkan genotipe heterozigot yaitu Mm menunjukkan sifat fenotipe bunga berwarna merah muda Mm. Persilangan bunga pukul empat dengan bunga merah dominan dengan bunga putih resesif seperti terdapat pada bagan berikut. Diperoleh hasil persilangan filial F1 pada persilangan monohibrid dengan dominan secara penuh seperti berikut. Perbandingan genotipe F2MM Mm mm = 1 2 1 Perbandingan fenotipe F2Merah Merah muda Putih = 1 2 1 Baca Juga Hukum Keseimbangan Hardy Weinberg untuk Menghitung Persentase Genotipe dalam Suatu Populasi Rasio Hasil Persilangan Dihibrid Persilangan dihibrid adalah persilangan dengan dua sifat berbeda dari dua induk yang berbeda. Contoh persilangan dihibrid terdapat pada persilangan menggunakan kacang ercis untuk mengamati bentuk dan warna biji. Bentuk kacang ercis dapat berupa bulat atau keriput. Fenotipe bulat dinyatakan dengan genotipe BB bulat dan Bb bulat. Sedangkan fenotipe keriput dinyatakan dengan genotipe bb keriput. Warna kacang ercis yang diamati meliputi warna kuning dan hijau. Genotipe dari fenotipe warna kuning adalah KK kuning dan Kk kuning. Sedangkan genotipe dari sifat warna hijau adalah kk hijau. Hasil persilangan antara tanaman kapri berbiji bulat kuning BBKK dan kapri berbiji keriput hijau bbkk adalah berbiji bulat kuning BbKk. Dengan kata lain kerutunan pertama atau filial satu F1 yang dihasilkan semua memiliki sifat bulat kuning fenotipe dengan genotipe BbKk. Jika tanaman sesama F1 dibiarkan mengadakan penyerbukan sendiri maka diperoleh keturunan kedua F2 yang memiliki 16 kemungkinan dari hasil kombinasi dua sifat. Di mana terdapat 9 genotipe berbeda dan 4 fenotipe yang berbeda. Proses dan hasil persilangan dapat dilihat seperti bagan di bawah. Perbandingan fenotipe F2Bulat Kuning Bulat Hijau Keriput Kuning Keriput Hijau = 9 3 3 1 Perbandingan genotipe F2 untuk masing-masing fenotipe1 Bulat Kuning = BBKK BBKk BbKK BbKk = 1 2 2 42 Bulat Hijau = BBkk Bbkk = 1 23 Keriput Kuning = bbKK bbKk = 1 24 Keriput Hijau = bbkk = 1 Demikianlah tadi ulasan rasio hasil persilangan dihibrid dan monohibrid. Terima kasih sudah mengunjungi idschooldotnet, semoga bermanfaat! Baca Juga Jumlah Kromosom Manusia pada Kondisi Normal PertanyaanSuatu persilangan dihibrid menghasilkan perbandingan genotip 9 3 3 1. Pernyataan yang sesuai data persilangan tersebut adalah ....Suatu persilangan dihibrid menghasilkan perbandingan genotip 9 3 3 1. Pernyataan yang sesuai data persilangan tersebut adalah .... Terdapat 6 macam genotipe. Terdapat 16 macam ada parental induk menghasilkan 3 macam sifat intermediet pada persilangan HartiningrumMaster TeacherJawabanpilihan jawaban yang tepat adalah jawaban yang tepat adalah persilangan memperhatikan dua sifat beda atau lebih. persilangan dihibrid berlaku Hukum II Mendel karena pada saat pembentukan F2, gen di dalam gamet yang tadinya mengalami pemisahan kemudian akan bergabung secara bebas. Hasil perbandingan fenotipnya yaitu 9 3 3 1, terdapat 9 macam genotip, 4 fenotipe, tiap-tiap induk menghasilkan 4 gamet, dan tidak ada sifat intermediet. Persilangan ini terjadi karena genotip parental heterozigot. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C .Pada persilangan memperhatikan dua sifat beda atau lebih. persilangan dihibrid berlaku Hukum II Mendel karena pada saat pembentukan F2, gen di dalam gamet yang tadinya mengalami pemisahan kemudian akan bergabung secara bebas. Hasil perbandingan fenotipnya yaitu 9 3 3 1, terdapat 9 macam genotip, 4 fenotipe, tiap-tiap induk menghasilkan 4 gamet, dan tidak ada sifat intermediet. Persilangan ini terjadi karena genotip parental heterozigot. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!2rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal! Menentukan perbandingan genotip dan fenotip dari hasil persilangan dihibrid Persilangan Monohibrid dan Dihibrid pada Hukum Mendel Biologi Kelas 12Penyimpangan Semu Hukum Mendel Biologi Kelas 12Percobaan MendelSuntingMenentukan Perbandingan Genotip Dan Fenotip Dari Hasil Persilangan Dihibrid Persilangan Monohibrid dan Dihibrid pada Hukum Mendel Biologi Kelas 12 Hani Ammariah Sep 5, 2021 • 9 min read Konsep Pelajaran Kelas 12 SMA Biologi XII Pada artikel Biologi kelas XII kali ini, kamu akan mempelajari tentang persilangan monohibrid dan persilangan dihibrid pada Hukum Mendel. — Halo teman-teman yang di sana! Kamu, iya kamu! Siapa di antara kamu yang tahu siapa ilmuwan yang dijuluki sebagai Bapak Genetika Modern? Jawabannya pasti sudah ketebak ya saat kamu membaca judul artikel ini. Yup! Beliau adalah Mendel. Nama lengkapnya adalah Gregor Johann Mendel . Mendel menemukan bahwa pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya mengikuti suatu pola tertentu. Penemuan itulah yang sampai sekarang kita sebut dengan nama Hukum Mendel. Nah, Hukum Mendel ini dibagi menjadi dua nih, yang pertama adalah Hukum I Mendel dan yang kedua adalah Hukum II Mendel. Baca juga Pola-Pola Hereditas Perlu kamu ketahui, Hukum I Mendel disebut juga dengan hukum segregasi bebas . Kenapa? Karena pada hukum ini, gen di dalam alel mengalami pemisahan segregasi secara bebas saat pembentukan gamet. Alel itu sendiri adalah pasangan gen yang terletak di lokus yang sama pada kromosom homolog. Di sisi lain, Hukum II Mendel disebut juga dengan hukum asortasi bebas karena gen di dalam gamet mengalami penggabungan asortasi secara bebas saat pembentukan individu baru. So, jangan sampai tertukar ya, Squad. Nah, Hukum I Mendel dan Hukum II Mendel ini diterapkan pada proses persilangan yang akan kita bahas pada artikel kali ini. Yuk, langsung saja kita simak! Sebelum kita masuk ke inti dari pembahasan kita, ada istilah-istilah dalam persilangan yang perlu kamu ketahui dulu nih. Supaya kamu nggak bingung, ayo kita kenali istilah-istilah tersebut. Apa saja ya? Ini dia! Oke, setelah kamu tahu apa saja simbol dan istilah-istilah dalam persilangan itu, sekarang yang harus kamu ketahui adalah bagaimana cara dalam menentukan gamet. Gamet yang akan kita ketahui adalah berapa jumlahnya serta apa jenisnya. Baca juga Mengenal Gen, DNA, dan Kromosom Nah, sekarang kamu sudah tahu macam-macam simbol, istilah, serta cara dalam menentukan gamet, nih. Berarti kamu sudah siap untuk masuk ke pembahasan yang kita nanti-nanti dari tadi. Daripada terlalu banyak nulis, mending langsung kita simak saja, yuk! Penyimpangan Semu Hukum Mendel Biologi Kelas 12 Hani Ammariah Nov 5, 2021 • 19 min read Konsep Pelajaran Kelas 12 SMA Biologi XII Pada artikel Biologi kelas XII kali ini, kamu akan mempelajari tentang macam-macam penyimpangan semu Hukum Mendel dan contoh kasusnya dalam kehidupan sehari-hari. — Halo! pada artikel sebelumnya, kamu telah mengetahui tentang persilangan monohibrid yang merupakan penerapan dari Hukum I Mendel dan persilangan dihibrid yang merupakan penerapan dari Hukum II Mendel, kan. Masih ingat kah kamu kalau pada kondisi normal, persilangan monohibrid menghasilkan rasio fenotip yaitu 3 1 atau 1 2 1 pada generasi F2, sedangkan persilangan dihibrid akan menghasilkan generasi F2 dengan rasio fenotip yaitu 9 3 3 1? Ekspresi kamu yang mencoba mengingat materi sebelumnya sumber Tahu nggak sih kalau pada kenyataannya, tidak semua persilangan menghasilkan rasio atau perbandingan fenotip yang sesuai dengan Hukum Mendel, lho. Pada beberapa kasus persilangan dihasilkan rasio fenotip yang menyimpang dari Hukum tersebut. Hal ini disebabkan oleh beberapa gen dengan alel yang berbeda yang saling memengaruhi pada saat pembentukan fenotip. Meskipun demikian, aturan dasar pada Hukum Mendel tetap berlaku ya pada penentuan genotipenya, artinya penyimpangan rasio fenotip ini sebenarnya adalah modifikasi dari rasio fenotip Hukum Mendel yang biasa, sehingga hasil rasio fenotipnya dapat dikatakan sebagai penyimpangan semu Hukum Mendel. Jadi nanti akan kita lihat bahwa yang berubah cuma rasio fenotip nya, sedangkan rasio genotipenya tetap sesuai dengan hukum Mendel. Baca juga Persilangan Monohibrid dan Dihibrid pada Hukum Mendel Nah, penyimpangan semu Hukum Mendel ini terdiri dari beberapa macam nih. Apa saja ya? Yuk, langsung kita simak pada artikel di bawah ini! Percobaan MendelSunting Lihat pula Hukum Pewarisan Mendel Mendel memperoleh hasil yang tetap sama dan tidak berubah-ubah pada pengulangan dengan kombinasi sifat yang berbeda. Prinsip segregasi berlaku untuk kromosom homolog, pasangan-pasangan kromosom homolog yang berbeda mengatur sendiri pada khatulistiwa metafase I dengan cara bebas dan tetap bebas selama meiosis. Sebagai akibatnya, gen-gen yang terletak pada kromosom nonhomolog dengan kata lain gen-gen yang tidak terpaut mengalami pemilihan bebas secara meiosis. Pengamatan ini menghasilkan formulasi hukum genetika Mendel kedua, yaitu hukum pilihan acak yang menyatakan bahwa gen-gen yang menentukan sifat-sifat berbeda dipindahkan secara bebas satu dengan yang lain, oleh sebab itu akan timbul lagi pilihan acak pada keturunannya. Individu-individu demikian disebut dihibrida atau hibrida dengan 2 sifat beda. Ciri khas karya Mendel yang cermat ialah bahwa ia lalu menanam semua ercis dan membuktikan adanya genotipe terpisah di antara setiap ercis dengan kombinasi baru pada ciri-cirinya.[1] Persilangan bertujuan untuk mempelajari hubungan antara pasangan-pasangan alela dari karakter tersebut, untuk itu tumbuhan kapri/ercis Pisum sativum yang memiliki biji bulat warna kuning BBKK disilangkan dengan kapri berbiji keriput warna hijau bbkk. Keturunan F1 dari persilangan antara dua induk/tetua yang homozigot tersebut menghasilkan hibrida heterozigot bagi kedua pasangan gen tersebut. Keturunan F1-nya BbKk adalah hibrida dan persilangan antara BBKK x bbkk adalah persilangan dihibrida[3] Contoh lain persilangan dihibrida yaitu persilangan antara biji kacang ercis berbentuk bulat dan berwarna kuning dengan biji yang yang berbentuk kisut dan berwarna hijau. Ternyata hasil keturunan silangan F1 100% berbiji bulat kuning. Jika tumbuhan hasil silangan ini dikawinkan sesamanya maka terjadilah hasil perkawinan sebagai berikut 9/16 bagian = bulat kuning 3/16 bagian = bulat hijau 3/16 bagian = kisut kuning 1/16 bagian = kisut hijau Hukum mendel II merupakan hukum pengelompokkan gen secara bebas. Berdasarkan percobaan, anggota dari sepasang gen memisah secara bebas tidak saling mempengaruhi, ketika berlangsung meiosis selama pembentukkan gamet-gamet [2] Persilangan ini dapat membuktikan kebenaran Hukum Mendel II yaitu bahwa gen-gen yang terletak pada kromosom yang berlainan akan bersegregasi secara bebas dan dihasilkan empat macam fenotip dengan perbandingan 9 3 3 yang dilakukan persilangan dihibrida dapat dipraktikan dengan menggunakan kancing genetika berwarna merah, putih, hijau, dan hitam.[2]

menentukan perbandingan genotip dan fenotip dari hasil persilangan dihibrid